Bayangkan kalau kamu lagi jalan-jalan di Roma, merasakan angin sepoi-sepoi yang bawa aroma sejarah mode Italia. Nah, itulah vibe yang dibawa Maria Grazia Chiuri saat debutnya di Fendi selama Milan Fashion Week 2026. Setelah hampir satu dekade memimpin Dior, desainer Italia ini kembali ke rumah lamanya—Fendi—dan langsung bikin gebrakan dengan koleksi Fall/Winter 2026 yang bertajuk “Less I, More Us”. Ini bukan cuma show biasa; ini seperti reuni keluarga yang penuh inspirasi, di mana Chiuri menghormati warisan lima saudari Fendi sambil menyuntikkan visi kolektif yang segar.
Koleksi ini rilis pada 25 Februari 2026, dan langsung jadi pembicaraan hangat di dunia fashion. Chiuri, yang mulai karirnya di Fendi tahun 1989 sebagai desainer aksesoris, sekarang jadi chief creative officer. Dia bilang, ini bukan soal ego pribadi, tapi tentang “kami”—tim, sejarah, dan wanita-wanita kuat di balik brand. Hasilnya? Busana praktis yang nyaman dipakai sehari-hari, tapi tetap mewah dengan sentuhan fur dan tailoring tajam. Kalau kamu pencinta mode yang lagi cari inspirasi musim dingin, artikel ini bakal kasih insight lengkap soal bagaimana Chiuri merevolusi Fendi tanpa kehilangan akar Romanya. Yuk, kita bahas lebih dalam!
Latar Belakang Maria Grazia Chiuri: Dari Aksesoris ke Puncak Fendi
Siapa sih Maria Grazia Chiuri? Kalau kamu ikutin dunia fashion, nama ini pasti nggak asing. Lahir di Roma tahun 1964, Chiuri mulai perjalanan karirnya di Fendi pada akhir 1980-an. Saat itu, dia fokus desain tas, dan salah satu karyanya yang ikonik adalah Baguette bag—tas kecil yang jadi pionir “It Bag” di era 90-an. Bayangin aja, tas itu kayak sahabat setia yang bisa nemenin dari siang ke malam, dan sekarang Chiuri balik lagi buat remix versinya.
Setelah 10 tahun di Fendi, Chiuri pindah ke Valentino tahun 1999 bareng Pierpaolo Piccioli. Di sana, duo ini sukses bikin Valentino jadi brand romantis tapi modern, dengan gaun-gaun fairy tale yang bikin seleb Hollywood klepek-klepek. Lalu, tahun 2016, Chiuri jadi wanita pertama yang pimpin Dior womenswear. Di Dior, dia revolusioner banget—inget slogan T-shirt “We Should All Be Feminists”? Itu karyanya, yang bikin fashion nggak cuma soal cantik, tapi juga pesan sosial. Penjualan Dior naik drastis, tapi kritik dari para pria di industri bilang dia terlalu “komersial”. Chiuri? Dia cuek aja, bilang, “Kalau wanita sukses besar, pasti dibilang komersial.”
Nah, kenapa balik ke Fendi? Ini seperti pulang kampung. Fendi, didirikan tahun 1925 sebagai rumah bulu, dipimpin empat generasi wanita—lima saudari Fendi: Paola, Anna, Franca, Carla, dan Alda. Mereka yang pilih Karl Lagerfeld sebagai creative director sebelum dia ke Chanel. Chiuri bilang, “Saya mulai dengan lima saudari itu. Mereka visioner, dan saya mau lanjutkan itu.” Debut di Milan Fashion Week 2026 ini pas banget dengan ulang tahun Fendi ke-100, jadi kayak pesta besar yang penuh makna.
Apa yang bikin Chiuri spesial? Dia salah satu dari sedikit desainer wanita di level top luxury. Di Milan Fashion Week ini, ada juga Meryll Rogge debut di Marni—jarang banget cewek-cewek ini dapet spotlight. Chiuri bawa perspektif feminis yang kuat, tapi santai, nggak kaku. Koleksinya selalu relatable, kayak lagi ngobrol sama temen soal outfit harian.
Tema Koleksi: “Less I, More Us” dan Inspirasi Romawi
Koleksi Fall/Winter 2026 ini punya motto sederhana tapi dalam: “Less I, More Us”. Artinya? Kurangin ego pribadi, lebihin kolaborasi. Chiuri nggak mau jadi desainer yang sok jadi bintang tunggal; dia ajak tim dan sejarah Fendi ikut main. Ini terinspirasi dari lima saudari Fendi yang kerja bareng-bareng bikin brand ini besar. “Mereka pilih Karl Lagerfeld buat majuin Fendi ke masa depan. Pertanyaan saya: gimana saya lanjutin itu?” kata Chiuri di backstage preview.
Inspirasi lain datang dari seniman Italia seperti Mirella Bentivoglio, pionir puisi visual, dan SAGG Napoli, atlet panah yang perform di show Dior sebelumnya. Chiuri kolaborasi dengan estate Bentivoglio—inget pameran 2019 yang didukung Dior? Elemen itu muncul di motif dan performa runway. Ada juga nuansa Art Nouveau, siluet melengkung yang romantis tapi modern.
Palet warnanya netral: hitam, abu-abu, krem, dengan aksen fur berwarna. Tekstur main peran besar—cashmere knit, leather accents, ribbing halus. Ini kayak campur aduk antara kekuatan Romawi kuno dengan kenyamanan urban. Bayangin lagi jalan di Via del Corso, pakai coat wol tailored tapi santai. Chiuri bilang, “Busana harus nemenin hidup kita, emosi kita, keinginan kita.” Nggak ada yang berlebihan; fokus ke presisi daripada ekses.
Kolaborasi ini bikin koleksi terasa segar. Misalnya, panah yang ditembak SAGG Napoli di runway—mengingatkan show Dior spring 2025. Ini bukan gimmick, tapi cara Chiuri bilang fashion adalah kolaborasi seni dan performa. Buat kamu yang suka mode dengan cerita, ini koleksi yang bikin mikir: fashion bukan cuma baju, tapi ekspresi kolektif.
Highlight Runway: Dari Tailoring Tajam sampai Fur Mewah
Runway di Spazio Fendi Milan dibuka dengan nuansa homecoming. Model-model jalan di catwalk panjang, dengan audience yang penuh seleb seperti Bang Chan dari Stray Kids, Yuqi dari (G)I-DLE, Huh Yunjin dari Le Sserafim, Iris Law, Uma Thurman, dan Dakota Fanning. Suasana gelap romantis, dengan lace sheer dan tailoring tajam yang dominan.
Mulai dari daytime look: coat wol tailored dengan bahu kuat, midi skirt struktural, suiting tajam. Ini kayak outfit power woman yang siap meeting tapi tetap chic. Lalu, fluid silk blouses layered di bawah outerwear minimalis—praktis buat cuaca dingin Milan. Warna netral bikin mudah mix-match, tapi tekstur seperti knit cashmere dan leather tambahin depth tanpa ribet.
Fur jadi bintang, sesuai heritage Fendi sebagai fur house. Ada plush fur bombers, gilets, dan vest dengan motif tiger stripe. Nggak berlebihan, tapi statement. Chiuri remix Baguette bag dengan desain baru: versi mini dengan strap panjang, atau anyaman leather. Ada juga tas baru seperti Peekaboo dengan detail Art Nouveau.
Evening wear? Sultry banget. Dress lace sheer, slip dress hitam dengan fur collar, dan ensemble hitam yang seamless dari siang ke malam. Ada biker jacket untuk sentuhan rock ‘n’ roll, bikin koleksi nggak terlalu feminin kaku. Model pria dan wanita campur, nunjukin visi inklusif Chiuri.
Satu highlight: performa archer SAGG Napoli yang tembak panah di runway—simbol kekuatan dan presisi. Ini bikin show nggak cuma parade baju, tapi pengalaman. Buat aksesoris, ada choker fur, socks panjang dengan heels chunky, dan necklace sederhana yang tambahin personal touch.
Kalau kamu lagi cari ide outfit musim dingin, coba bayangin coat fur over silk blouse—klasik tapi edgy. Koleksi ini praktis, relatable, dan mewah tanpa sok elit.
Reaksi dan Dampak: Apa Kata Dunia Fashion?
Debut Chiuri langsung dapat pujian. W Magazine bilang ini “triumphant homecoming” dengan praktis clothing dan Baguette remixed. Hypebeast sebut Chiuri swap loud monograms dengan craftsmanship exquisite dan siluet Art Nouveau. South China Morning Post bilang “stellar debut”, sementara Harper’s Bazaar tekankan Chiuri “nothing left to prove” tapi tetap inovatif.
Di X (dulu Twitter), buzznya gila. Post dari Fendi dapat ribuan like, dengan celeb seperti Bang Chan posting “An honour to witness the beginning.” Fans bilang koleksi ini lebih rock ‘n’ roll daripada Fendi sebelumnya. Kritik? Beberapa bilang lace terlalu dominan, tapi secara keseluruhan, ini reset yang sukses untuk Fendi centenary.
Dampaknya? Chiuri bawa Fendi ke era baru: lebih inklusif, kolektif, dan wanita-sentris. Penjualan pasti naik, kayak di Dior dulu. Buat industri, ini reminder kalau desainer wanita bisa lead tanpa drama. Pertanyaan retoris: Apa lagi yang bakal Chiuri bawa ke Fendi? Pasti seru nungguin koleksi selanjutnya.
Di Milan Fashion Week 2026, show ini jadi highlight—bukan cuma fashion, tapi statement tentang kolaborasi di tengah ego-driven industry.
Tren yang Bisa Kamu Adopsi dari Koleksi Ini
Mau coba gaya Fendi ala Chiuri tanpa beli luxury? Koleksi ini penuh inspirasi praktis. Pertama, layering: silk blouse di bawah coat wol—coba pakai blouse satin murah dengan mantel secondhand. Kedua, fur accents: nggak perlu bulu asli, pakai faux fur scarf atau vest buat tambah texture.
Tailoring tajam jadi tren besar: suit hitam dengan skirt midi, tambah belt leather buat edge. Buat aksesoris, Baguette-inspired bag: cari tas kecil dengan strap unik. Warna netral? Mix hitam dengan krem buat look timeless.
Analogi: Koleksi ini kayak pizza Margherita—sederhana, tapi bahan premium bikin enak. Nggak perlu topping berlebih. Kalau kamu lagi update wardrobe, fokus ke pieces versatile yang bisa dipakai berulang.
- Tren Fur Modern: Fur bomber buat layering dingin.
- Lace Sheer: Dress lace buat evening, tapi layer dengan blazer biar nggak vulgar.
- Art Nouveau Curves: Siluet melengkung buat feminitas tanpa kaku.
- Neutral Palette: Hitam, abu, krem—mudah matching.
- Statement Bags: Remix Baguette dengan detail anyaman.
Ini tren yang bakal dominan 2026-2027, dan Chiuri bikinnya accessible.
Kolaborasi dan Elemen Seni dalam Koleksi
Chiuri nggak sendirian; kolaborasi jadi kunci. Dengan Mirella Bentivoglio, motif puisi visual muncul di print dress. Bentivoglio, seniman Italia yang gabung puisi dan visual, bikin koleksi punya lapisan dalam. “Praktek artistiknya di pinggir klasifikasi,” kata Chiuri.
Lalu SAGG Napoli: performa panah di runway nambah drama, simbol kekuatan wanita. Ini lanjutin tradisi Chiuri di Dior, di mana seni performa sering muncul. Kolaborasi ini bikin fashion nggak statis, tapi hidup.
Elemen Romawi: Inspirasi dari arsitektur Roma, seperti lengkung Art Nouveau yang mirip Colosseum. Chiuri bilang, “Ini visi personal fashion dan diri sendiri.” Buat kamu yang suka seni, ini koleksi yang bisa jadi inspirasi outfit berbasis cerita.
Masa Depan Fendi di Tangan Chiuri
Apa selanjutnya? Chiuri pasti bakal dorong Fendi ke arah lebih sustainable, sesuai tren global. Dengan heritage fur, mungkin fokus faux atau ethical sourcing. Kolaborasi lebih banyak dengan seniman wanita Italia—bayangin partnership dengan desainer muda.
Ini babak baru buat Fendi: dari loud logo ke craftsmanship halus. Chiuri bawa energi segar, dan Milan Fashion Week 2026 jadi saksi.
Kesimpulan: Babak Baru yang Menjanjikan
Debut Maria Grazia Chiuri di Fendi Milan Fashion Week 2026 ini luar biasa—kombinasi homage sejarah dengan visi masa depan. Dari “Less I, More Us” sampai tailoring tajam dan fur mewah, koleksi ini praktis, inklusif, dan inspiratif. Chiuri buktiin lagi kenapa dia salah satu desainer top: dia bikin fashion relatable tapi mewah.
Kalau kamu pencinta mode, coba intip koleksi ini buat inspirasi wardrobe. Siapa tahu, Baguette baru jadi tas favoritmu? Share pendapatmu di komentar—apa look favoritmu dari show ini?



