Pengacara Inara Rusli Bongkar Kondisi Anak Saat Tinggal Bersama Virgoun

Bayangkan kalau anak-anakmu tiba-tiba batuk-batuk nggak sembuh-sembuh selama hampir sebulan, sambil nangis minta dijemput sama mami. Pasti hati rasanya hancur, ya? Itulah yang lagi dialami Inara Rusli sekarang. Lewat pengacaranya, Inara baru saja buka suara soal kondisi tiga anaknya yang sedang tinggal bareng ayahnya, Virgoun. Kabar ini langsung bikin heboh netizen, karena melibatkan kesehatan fisik dan mental anak-anak kecil yang seharusnya jadi prioritas utama orang tua.

Konflik ini bukan hal baru buat Inara dan Virgoun, yang sudah bercerai sejak 2023. Tapi belakangan ini memanas lagi, terutama sejak akhir 2025 ketika Virgoun membawa anak-anak tanpa izin penuh dari Inara. Hak asuh secara hukum memang jatuh ke tangan Inara pasca perceraian, tapi situasi berubah karena Inara lagi hadapi masalah hukum sendiri. Nah, di tengah drama ini, pengacara Inara angkat bicara dan ungkap fakta-fakta yang bikin banyak orang prihatin.

Apa yang Diungkap Pengacara Inara?

Pada konferensi pers di Cipete, Jakarta Selatan, tanggal 4 Februari 2026, tim kuasa hukum Inara—yaitu Herlina dan Daru Quthny—cerita detail soal kondisi anak-anak. Mereka bilang, anak-anak mengalami batuk berkepanjangan hampir satu bulan dan nggak kunjung sembuh. Penyebabnya? Dugaan kuat karena terpapar asap rokok di lingkungan rumah Virgoun.

Herlina bilang, hampir semua orang di rumah itu perokok aktif. Bayangin aja, anak kecil yang masih rentan kena dampak asap rokok pasif. Bukan cuma batuk biasa, tapi ini sudah berlangsung lama tanpa penanganan yang memadai. Inara tentu khawatir banget, karena kesehatan anak adalah hal yang nggak bisa ditawar.

Selain masalah fisik, kondisi psikis anak-anak juga disebut menurun drastis. Anak-anak kena paparan berita hoaks dan komentar negatif soal ibunya. Hasil psikotes dari psikolog anak menunjukkan penurunan signifikan. Yang lebih menyayat hati, ada bukti rekaman video di mana anak-anak secara terang-terangan bilang, “Mami, tolong jemput, kapan mau dijemput?” Mereka rindu berat sama Inara dan ingin pulang.

Daru Quthny, salah satu pengacara, bilang dia sendiri lihat video itu. Anak-anak nggak main-main minta dijemput. Ini menunjukkan kalau mereka nggak nyaman di sana, meskipun Virgoun mungkin punya alasan sendiri.

Latar Belakang Konflik Hak Asuh Anak

Semuanya bermula sejak 22 November 2025. Saat itu, Virgoun jemput anak-anak dan minta Inara selesaikan masalah hukumnya dulu. Inara sebenarnya kasih izin anak-anak menginap bareng ayahnya, tapi cuma maksimal dua hari. Bukan untuk tinggal lama seperti sekarang.

Karena merasa anak dibawa tanpa izin penuh, Inara sempat coba jemput sendiri tapi gagal. Pihak Virgoun nggak kasih anak-anak dibawa pulang. Akhirnya, Inara lapor ke Komnas Anak untuk mediasi. Tujuannya sederhana: cari solusi terbaik buat anak-anak, bukan buat orang tua yang lagi bertengkar.

Sementara itu, pihak Virgoun juga punya pandangan sendiri. Ada yang bilang Virgoun merasa punya hak sama sebagai ayah, dan bahkan siap gugat pengalihan hak asuh ke Pengadilan Agama. Praktisi hukum seperti Deolipa Yumara bilang peluang Virgoun terbuka, terutama kalau kondisi Inara dianggap kurang ideal karena masalah hukumnya. Tapi ini masih proses, dan belum ada putusan final.

Yang jelas, di tengah tarik-menarik ini, anak-anak yang jadi korban. Mereka nggak seharusnya kena imbas drama orang tua.

Dampak Paparan Asap Rokok pada Anak Kecil

Kita semua tahu asap rokok itu bahaya, apalagi buat anak-anak. Organisasi kesehatan dunia bilang paparan asap rokok pasif bisa sebabkan:

  • Infeksi saluran pernapasan berulang
  • Batuk kronis dan asma
  • Penurunan fungsi paru-paru
  • Risiko lebih tinggi kena penyakit jantung di masa depan

Kalau anak batuk hampir sebulan tanpa sembuh, itu sinyal bahaya. Apalagi kalau lingkungannya penuh perokok aktif. Inara dan tim pengacaranya pakai ini sebagai alasan kuat kenapa anak lebih baik kembali ke ibunya, di mana lingkungannya dianggap lebih sehat.

Selain itu, pola asuh juga disorot. Anak-anak disebut bebas main gawai dan akses internet tanpa pengawasan ketat. Di era digital sekarang, ini bisa berdampak buruk pada perkembangan mental anak kalau nggak diatur.

Kenapa Kasus Ini Bikin Orang Prihatin?

Kasus Inara-Virgoun ini bukan cuma drama seleb biasa. Ini soal hak anak atas lingkungan yang aman dan sehat. Banyak orang tua di luar sana yang relate: gimana kalau anak sakit tapi nggak bisa dekat sama orang tua yang paling dibutuhkan?

Inara sendiri lagi berjuang keras. Meski hadapi tekanan dari kasus hukum pribadi, prioritasnya tetap anak-anak. Dia minta mediasi lewat Komnas Anak supaya nggak harus ribut di pengadilan. Semoga cepat ada titik temu yang terbaik buat si kecil.

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kisah Ini?

  1. Kesehatan anak nomor satu – Jangan abaikan kalau anak batuk lama, apalagi kalau ada dugaan paparan asap rokok.
  2. Hak asuh harus diprioritaskan kepentingan terbaik anak – Bukan ego orang tua.
  3. Komunikasi antar mantan pasangan penting – Mediasi bisa jadi jalan keluar daripada gugat-menggugat.
  4. Hindari paparan negatif di medsos – Anak kecil nggak seharusnya kena komentar toxic soal orang tuanya.

Semoga kondisi anak-anak Inara cepat membaik, dan kedua orang tua bisa duduk bareng demi kebahagiaan mereka. Karena pada akhirnya, anak yang paling butuh kedamaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *